Berita Perjalanan : Pertemuan Forum Anak Nasional 2019 tentang “Terikat Bersahabat dan Bermanfaat”

“Kita Beda, Kita Bersaudara, Bersama Kita Maju”- inilah tema yang diangkat dalam Forum Anak Nasional 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli- 23 Juli 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan. Tema ini diusung karena Forum Anak sendiri merupakan miniatur Negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras dan kebudayaan. Serangkaian acara di Forum Anak 2019 ini tentu sangat mengasikkan. Di hari pertama sembari menunggu antrian registrasi dan check in  hotel, kami langsung disuguhkan dengan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia yang sengaja dibawa oleh delegasi FAN 2019 untuk dinikmati bersama sambil bercengkrama dan bertegur sapa dengan delegasi lain. Malamnya, kami menghadiri acara Pembukaan Forum Anak Nasional 2019 di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Hari kedua merupakan hari yang cukup berat, hari ini diisi penuh dengan materi dan diskusi dalam kelompok kecil yang telah di tentukan. Materi diskusi yang diberikan tentu sangat bermanfaat bagi kami, karena selain menambah pengetahuan, kami juga menjadi lebih kritis khusunya dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan hak-hak anak. Malam harinya, dua perwakilan dari seriap provinsi harus memperagakan busana atau aksesoris khas daerah masing-masing, tujuannya agar anak-anak Indonesia dapat saling mengenal dan saling mencintai beragam kebudayaan yang ada di Nusantara.

Dihari ketiga setelah beribadah dan sarapan pagi, kami kembali dikumpulkan di Ballroom Hotel Four Point. Acara pertama adalah re-launcing website FAN dan pengenalan wajah baru Malfora (Majalah Forum Anak). Selain itu juga ada penampilan permasalahan dari setiap klaster hak anak yang dikemas dalam bentuk teater dan drama musikal. Setelahnya, kami kembali berdiskusi bersama teman satu provinsi untuk membuat aksi nyata yang akan dibawa ke daerah masing-masing sepulang dari FAN ini. Delegasi DIY  menentukan dua program kerja baru, yakni Flashmob tentang lagu-lagu anak di tempat-tempat strategis dan konselor sebaya Forum Anak atau kami singkat dengan nama “KEBAYA”. Dua program kerja baru ini nantinya akan dibawa untuk diusulkan di program kerja pengurus Forum Anak Daerah DIY periode 2019-2021 dan Forum Anak Kabupaten/Kota yang ada di DIY.

Setelah diskusi tentang aksi nyata selesai, kami langsung makan siang bersama teman delegasi lain sebelum acara selanjutnya, yakni diskusi akbar untuk menentukan Suara Anak Indonesia dan Penghargaan Data Forum Anak(DAFFA) Award tahun 2019 pada malam harinya.

Hari keempat merupakan hari yang sangat mengasikkan. Kami melakukan mobilisasi dari hotel menuju Pantai Akarena, Sulawesi Selatan menggunakan bis yang telah disediakan oleh panitia. Keseruan kami tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, bagi kami outbond ini sangat bermanfaat karena selain melatih kerjasama dan toleransi, kami juga diajarkan tentang konsistensi baik dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Malam harinya, kami menghadiri acara Penutupan Forum Anak Nasional 2019 di Benteng Fort Rotterdam. Acara ini dihadiri oleh tamu special, yakni Menteri Tenaga Kerja, Keluarga dan Pelayanan Sosial Republik Turki, Zehra Zümrüt Selçuk. Tepat pukul 20.00 WITA acara Forum Anak Nasional 2019 ini pun resmi ditutup oleh Mama Yo selaku Menteri PPPA RI. Setelah acara usai, kami tidak langsung bergegas pulang, kami saling berpamitan dan perpelukan dengan teman-teman dari provinsi lain. Isak tangis mewarnai malam hari ini, karena memang kami sudah sangat dekat satu sama lain dan tidak ingin segera berpisah.

Hari kelima adalah hari yang dinanti-nantikan bagi seluruh anak Indonesia. Bagaimana tidak, hari ini tanggal 23 Juli 2019 merupakan Peringatan Hari Anak Nasional. Puncak HAN 2019 ini dilaksananakn di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan. Ribuan anak menghadiri acara ini, namun sangat disayangakan, Bapak Jokowi dan Ibu Iriana berhalangan hadir pada puncak HAN kali ini. Walaupun begitu, anak-anak Indonesia tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti rangkaian acara ini sampai selesai.

Walaupun acara Forum Anak nasional ini telah usai, persahabatan dan kekeluargaan kami seluruh anak Indonesia tidak pernah berakhir. Walau kami semua berbeda daerah, berbeda suku, agama, ras, maupun kebudayaan, tapi itu semua tidak pernah membatasi kami untuk berkawan dan bersatu demi mewujudkan dan memperjuangkan Indonesia yang layak anak. Adanya relasi tersebut justru semakin memudahkan kami untuk saling belajar dan memperoleh banyak ilmu baru tentang cara mewujudkan Forum Anak yang jauh lebih maju. Beberapa cara yang saya dapatkan dari teman-teman diantaranya:

  1. Rutinlah berbagi pengalaman dan sharing permasalahan di Forum Anak secara santai, bisa sambil bermain, ngopi, atau belajar bersama
  2. Kuatkan tali persahabatan antar anggota Forum Anak dengan tidak memandang batasan usia
  3. Buatlah sekre Forum Anak yang mengasikkan dan membuat nyaman. Bisa dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang untuk beristirahat dan belajar, serta keamanan yang terjamin
  4. Dokumentasikan semua kegiatan Forum Anak. Simpan semuanya dalam satu file, sehingga dapat dengan mudah dicari jika sewaktu-waktu membutuhkan.
  5. Kreatif lah dalam membuat konten di sosial media.

Itulah beberapa ilmu yang kami peroleh selepas Forum Anak Nasional 2019 ini. selain mendapat teman baru dan pengalaman baru, kami juga mendapat banyak ilmu baru dari teman-teman Forum Anak lain. Salam Anak Indonesia. Kita Beda, Kita Bersaudara, Bersama Kita Maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *