Diskusi Tematik Bentuk dan Pola Interaksi Jejaring Mahasiswa untuk Perlindungan Anak

Rabu, 28 Agustus 2019 di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta.

Sebagai langkah awal upaya preventif perlindungan anak di Indonesia KPPA Melalui Staff Khusus Menteri bekerja sama dengan DP3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan diskusi tematik bersama mahasiswa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UIN Sunan kalijaga Yogyakarta dan perguruan tinggi lain baik negeri maupun swasta di Yogyakarta, serta Fasilitator Forum Anak Daerah Istimewa Yogyakarta yang dalam hal ini diwakili oleh Agri Aryoko, Laili Hidayah, Rossa Ratih dan Hanif Rahmandika.

Diskusi tersebut dibersamai oleh Staff Khusus Menteri PPA Bapak Ir Albaet Fikri yang memaparkan terkait “Langkah Awal Membangun Jejaring Mahasiswa Sebagai upaya preventif dalam perlindungan anak” kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas DP3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta Ibu dr RA. Arida Oetami, M.Kes yang memaparkan “Kondisi Anak D.I. Yogyakarta terkait masalah kekerasan terhadap anak dan Program preventif pemerintah dalam Perlindungan Anak untuk mengatasi Masalah tersebut.”

Adapaun output yang dihasilkan dari diskusi tersebut adalah “mahasiswa Yogyakarta pada khususnya dan mahasiswa Indonesia pada umumnya mampu menghasilkan kegiatan bersama yang mengarah ke dalam upaya preventif sebagai upaya perlindungan anak dari kekerasan fisik maupun non fisik yang sifatnya komplek sebagai masukan pemerintah dalam membuat kebijakan maupun rencana aksi nasional karena diskusi ini telah dilaksanakan secara serentak roadshow ke 30 provinsi di Indonesia salah satunya D.I. Yogyakartaā€¯  kata Bapak Ir Albaet Fikri staff khusus mentri PPA.

Banyak usulan kegiatan maupun rencana aksi yang akan dilakukan mahasiswa seperti campaign anti kekerasan melalui sosial media maupun aksi nyata di Yogyakarta, gerakan One Person One Child sebagai upaya pendampingan anak terkait upaya preventif perlindungan anak, gerakan 3T (Together we care, together we share, and Together we change) dan program program lain yang sifatnya berkelanjutan. dalam presentasi tersebut usulan diterima dan disambut baik oleh Bapak Ir Albaet Fikri selebihnya tinggal bagaimana pemerintah menggabungkan usulan-usulan kegiatan yang sifatnya mengarah ke upaya preventif untuk perlindungan anak sehingga terbentuk Rencana Aksi bersama yang mengarah langsung ke peran mahasiswa Indonesia bekerja sama dengan stakeholder sebagai upaya preventif perlindungan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *