SANGGAR ANAK : SEBUAH UPAYA UNTUK TETAP TERHUBUNG DENGAN AKAR RUMPUT

Ditulis dengan santai oleh : Syaiful Nuha dan Laili Hidayah

Kenapa Mengembangkan Sanggar ?

Dalam perjalanannya, FAKP terus berkembang dan mereformasi diri. Salah satu agenda dalam “reformasi” tersebut adalah melakukan restrukturisasi pada divisi kerja FAKP. Bersama dengan Tim Supporting Committe, pengurus akhirnya memutuskan untuk melakukan perombakan struktur kerja di tubuh FAKP. Hal tersebut merupakan respon kami terhadap berbagai dinamika baik dari dalam tubuh FAKP maupun dari luar. Salah satu hasil dari restrukturisasi tersebut adalah membentuk divisi kerja Sosial Masyarakat. Divisi tersebut dirancang sebagai unit kerja FAKP yang bertugas mengorganisasi kegiatan maupun proyek yang beririsan dengan komunitas dan masyarakat di akar rumput. Kami merasa sebagai organisasi yang concern pada isu-isu anak baik secara makro maupun mikro merasa perlu untuk tetap dapat terhubung dengan dinamika anak yang terjadi di komunitas dan masyarakat.

Setelah melakukan musyawarah besar penyusunan program kerja dan diikuti dengan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, perlahan FAKP mulai melangkah untuk merealisasikan program kerjanya. Tak hanya fokus pada program kerja yang baru, FAKP juga masih melanggengkan kegiatan-kegiatan yang sudah secara berkala dilakukan oleh pengurus FAKP sebelum-sebelumnya. Seperti Fun Corner dan mengelola sanggar anak.

Sanggar Anak Dusun Ngento

Salah satu hasil dari musyawarah pernyusunan program kerja adalah kembali mengembangkan ruang belajar anak-anak di dusun mitra. Program tersebut akan menjadi program kerja bagi divisi Sosial Masyarakat. Sebelumnya FAKP pernah mengembangkan sebuah sanggar di dusun clapar, namun dengan beberapa pertimbangan dan diskusi antara pengurus inti, divisi, dan tim supporting committee kami memutuskan akan mengembangkan sanggar di dusun mitra yaitu dusun Ngento. Dengan mengusung konsep mitra di sini, diharapkan kedua belah pihak yaitu FAKP dengan dusun terkait dapat bermutualisme (saling menguntungkan). Anak-anak dari dusun mitra dapat berkegiatan untuk mengisi waktu luang sekaligus memperoleh ilmu baru, sedangkan teman-teman FAKP juga dapat berproses dalam upayanya memperjuangkan hak-hak anak.

Temu perdana Dusun Mitra yang berlokasi di Rumah Bapak Rujito, Ketua RT 44 Dusun Ngento diawali dengan perkenalan dari kakak-kakak Supporting Committee yang ternyata disambut dengan penuh antusias oleh adik-adik. Berhubung ini merupakan program warisan, jadi temu perdana ini dihandle (dipegang) oleh Supporting Committee dan dibantu Divisi Sosial Masyarakat yang nantinya akan mengampu program warisan ini.

Kedepan kami juga akan lebih berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, sebagai upaya kami untuk secara bersama-sama menggali kebutuhan dan potensi yang ada. Karena pada akhirnya sanggar ini bukan saja sebagai program kerja dan milik FAKP, tetapi milik bersama.

Dusun Mitra dan Sanggar Anak Sebagai Ruang Belajar Bersama

Dalam upaya untuk tetap dapat terhubung dengan dinamika anak yang terjadi di komunitas dan masyarakat, kami memutuskan untuk mendirikan “sanggar anak”. Sebuah ruang bagi anak-anak, kami FAKP, masyarakat, maupun individu dan kelompok dari luar untuk bisa saling belajar berinteraksi dengan ekosistem yang egaliter, inklusif, setara, dan pastisipatif.

Kami percaya bahwa proses belajar dan berkegiatan yang egaliter dan partisipatif akan berdampak baik bagi semua pihak. Kami percaya bahwa pengembangan komunitas harus selalu berupaya untuk memaksimalkan partisipasi, dengan tujuan membuat setiap individu di dalamnya terlibat aktif dalam proses-proses dan kegiatan di dalamnya. Dalam upayanya menuju pengelolaan yang partisipatif dan deliberatif kami melakukan pengelolaan dengan pendekatan, desentralisasi, akuntabilitas, pendidikan. Desentralisai menjadi penting karena sejak awal sanggar anak ini bukan saja dimiliki oleh FAKP sebagai inisiator, tetapi juga milik anak-anak dan masyarakt, selain itu kami juga selalu menggunakan pendekatan non-hirarki yang artinya setiap individu yang terlibat dalam proses pengembangan sanggar ini adalah setara, semua berhak untuk terlibat dalam segala penentuan-penentuan di dalamnya, tidak ada relasi menguasai dikuasai yang membelah identitas sebagai pengelola-partisipan, semua adalah pemilik. Akuntabilitas menjaga setiap individu di dalamnya agar mendapatkan informasi atas segala perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Dengan informasi yang terbuka, setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan feedback atas diskursus yang muncul dalam pengelolaan sanggar. Dalam konsep pengembangan komunitas yang partisipatif proses pendidikan hadir untuk memastikan bahwa setiap individu mendapatkan infomasi yang cuku tentang resiko dan konsekuensi dari suatu keputusan tertentu.

Buat FAKP selain sebagai proyek, kegiatan sanggar di dusun mitra sekaligus juga sebagai ruang belajar kami, bagaimana kami mengelola, mengorganisir, mengembangkan dan berinteraksi dengan orang-orang di dalamnya. Selain itu kami juga belajar bagaimana proyek ini dapat sustain. Untuk itu tentunya diperlukan effort lebih, bagaimana kami harus mengkurasi ide-ide kegiatan, berkomunikasi dengan masyarakat, berjejaring dengan individu maupun kelompok dari luar, hingga tantangan dalam hal pendanaan untuk operasional.

Membangun Jejaring

Hal penting yang kami rasakan dalam mengembangkan sanggar ini adalah kenyataan bahwa kami tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Di sinilah jejaring dan solidaritas menemukan relevansinya. Tidak bisa dipungkiri banyak hal tidak dapat kami lakukan dengan sumber daya yang ada. Pada akhirnya kami terbantu oleh individu maupun kelompok yang secara sukarela memberikan tenaga, pikiran, maupun materi untuk membantu proyek ini dapat tetap berjalan. Melihat hal tersebut kami membuka diri bagi siapapun yang memiliki concern pada isu-isu anak, pendidikan, dan pengembangan komunitas  baik secara individu maupun kelompok untuk dapat ikut terlibat dalam proses mengembangkan sanggar anak dusun Ngento.

“Pada akhirnya kami berharap sanggar ini akan menjadi sebuah ruang yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siapapun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *