Tentang Fun Corner : Memburu Keceriaan di Alun-alun Kota

Anak-anak sedang bermain di area Fun Corner

Pada awalnya, inisiasi penyelenggarakan kegiatan Fun Corner oleh Forum Anak Kulon Progo adalah sebuah respon atas pembangunan taman di alun-alun wates yang cukup bagus secara fisik waktu itu. Namun kami melihat bahwa pembangunan taman tersebut belum diikuti dengan pemanfaatan ruang publik yang masif juga. Padahal kami melihat potensi taman kota sebagai salah satu ruang publik (public sphere)[i] yang sebenarnya dapat dimanfaatkan lebih dari saat itu. Kami melihat bahwa seharusnya taman kota tersebut dapat diakses sebagai ruang publik di mana banyak komunitas maupun individu dapat melakukan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan rekreasional, diskusi, kumpul komunitas, kerja-kerja kebudayaan, olahraga, literasi, protes sosial dan lain sebagainya. Hingga kami memutuskan untuk membuat Fun Corner. Kemudian, kenapa kami Forum Anak Kulon Progo merasa perlu terlibat dalam kegiatan di ruang publik tersebut ?

Upaya Sosialisasi dan Pemenuhan Hak Anak

Sebagai organisasi yang concern pada isu anak, tentu FAKP selalu berusaha untuk terlibat dalam upaya-upaya sosialisasi dan pemenuhan hak anak, sekecil apapun bentuknya. Salah satunya adalah dengan membuat Fun Corner. Fun Corner cukup menjawab pertanyaan kami waktu itu apakah bisa kita memasyarakatkan hak-hak anak dan pemenuhannya, tapi dengan cara yang menyenangkan. Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah Fun Corner bisa diklaim sebagai kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai upaya sosialisasi dan pemenuhan hak anak ?

Tentu, karena Fun Corner adalah salah satu ruang untuk berekspresi bagi teman-teman FAKP sendiri maupun anak-anak di luar FAKP yang ikut dalam acara tersebut. Kebebasan berekspresi adalah salah satu hak anak yang ada di kluster Hak Sipil dan Kebebasan yang juga tertulis jelas di Konvensi Hak Anak.[ii] FAKP sebagai organisasi yang berbasis komunitas tentu sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan berekspresi masyarakat sipil. Buat kami Hak Sipil dan Kebebasan adalah hak yang sangat penting karena menjamin manusia untuk tetap menjadi “manusia” yang seutuhnya.

Selain itu Fun Corner juga merupakan upaya kami untuk berpartisipasi dalam memenuhi salah satu indikator layak anak Klaster I: Hak Sipil dan Kebebasan. Yaitu tersedia fasilitas informasi layak anak Ada, dapat diakses oleh semua anak, dan jumlahnya meningkat setiap tahun[iii]. Di setiap Fun Corner kami selalu menyediakan pojok baca dan buku bacaan gratis bagi siapapun baik anak-anak maupun orang dewasa.

Indikator lain yang menurut kami relevan adalah adalah  Klaster IV: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya. Yaitu : tersedia fasilitas untuk kegiatan kreatif dan rekreatif yang ramah anak, di luar sekolah, yang dapat diakses semua anak. Selain menyediakan pojok bacaan bagi anak-anak maupun dewasa, kami selalu membawa beberapa alat-alat permainan tradisional, kertas gambar, kertas origami, dan alat-alat kreatifitas lainnya.

Memburu Keceriaan

FAKP diisi oleh berbagai macam individu, dengan sifat, karakter, dan kadang concern yang agak berbeda-beda pula. Begitupun dengan bagaimana cara kami memaknai apa yang terjadi di sekitar dan apa yang kami lakukan. Begitupun (lagi) kami selalu bisa mencari banyak pembenaran setiap merancang sebuah kegitatan. Tentu saja Fun Corner ini bisa saja dimaknai dengan sedikit berbeda oleh tiap individu-individu di FAKP. Kami bisa saja mencari alasan-alasan kenapa membuat Fun Corner dengan ndakik-ndakik yang lebih cocok ditulis sebagai latar belakang penelitian, lengkap dengan catatan akhir seperti di atas. Namun, satu hal yang pasti Fun Corner adalah anak kandung FAKP yang lahir dari kesukaan kami melihat keceriaan anak-anak di alun-alun kota.


[i] “The public sphere is domain of our social life where such a things as public opinion can be performed (where) citizens…deal with matters of general interest without being subject to coercion…(to) express and publicize their views”. (Habermas, 1997)

[ii] Di Konvensi Hak Anak, kebebasan berekspresi tertuang pada Pasal 13 ayat 1 yang berbunyi “Anak mempunyai hak untuk secara bebas menyatakan pendapat; hak ini akan mencakup kebebasan untuk mencari, menerima, dan memberi informasi dan gagasan dalam segala jenis, terlepas dari batas negara, baik secara lisan, tertulis maupun tercetak, dalam bentuk seni atau melalui media lain menurut pilihan anak yang bersangkutan.”

[iii] Informasi mengenai indikator-indikator Kabupaten/Kota Layak Anak dapat didapat di PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG INDIKATOR KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *